img-detail-thumbnail
Fenomena Doom Spending dan PayLater Bikin Dompet Gen Z Kering
Admin TechnoMonsta Selasa, 13 Oktober 2026

Apa Itu Doom Spending?

Pernahkah kamu merasa stres berat, pusing memikirkan masa depan, lalu pelampiasannya malah membuka aplikasi belanja daring dan memborong barang yang sebenarnya tidak perlu? Kebiasaan ini punya sebutan populer, yaitu doom spending. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan perilaku seseorang yang belanja tanpa pikir panjang karena merasa pesimis terhadap kondisi ekonomi dan masa depan mereka sendiri.

Sedikit catatan: kalau Anda sedang mempertimbangkan membuat website bisnis atau aplikasi mobile untuk produk digital, TechnoMonsta bisa bantu dari perencanaan fitur, desain UI/UX, sampai rilis. Cocok untuk UMKM, startup, maupun tim internal yang butuh eksekusi lebih cepat.

Bukannya menyisihkan uang untuk tabungan masa depan, banyak anak muda sekarang justru memilih menghabiskan uang demi membeli baju kekinian, nongkrong di kafe mahal, atau berlibur singkat. Alasannya cukup sederhana di kepala mereka: buat apa menabung jika harga rumah masa depan terasa mustahil terbeli? Rasa cemas yang menumpuk ini akhirnya dilarikan ke belanja kilat agar suasana hati terasa senang sesaat.

Racun Self Reward di Media Sosial

Jika kita membuka media sosial seperti TikTok atau Instagram, sangat sering lewat konten yang menyebut bahwa belanja adalah bentuk cinta pada diri sendiri atau self reward. Mau membeli kopi mahal dibilang self reward, beli sepatu baru dibilang penyembuh luka batin. Lama-kelamaan, semua pengeluaran konsumtif mendapatkan pembenaran yang terasa masuk akal.

Padahal, rasa senang dari belanja sesaat itu biasanya hilang dengan cepat. Begitu paket pesanan sampai di pintu rumah dan dibuka, rasa cemas soal masa depan biasanya langsung datang kembali. Celakanya, rasa stres itu bertambah parah karena saldo di rekening tabungan mendadak kering kerontang. Banyak anak muda usia produktif akhirnya berputar-putar di lingkaran setan ini: belanja untuk kabur dari stres, tetapi hasil belanjanya malah menciptakan stres baru saat melihat dompet kosong.

Jebakan Manis Fitur PayLater

Masalah ini kian runyam karena kehadiran fitur beli sekarang bayar nanti alias PayLater di berbagai platform belanja online. Dahulu, orang harus melewati proses rumit untuk mengajukan kartu kredit fisik di bank. Sekarang, cukup bermodal foto kartu identitas dan swafoto dari layar ponsel pintar, limit pinjaman jutaan rupiah langsung aktif dalam hitungan menit.

Kemudahan akses ini membuat batas antara uang milik sendiri dan uang utangan menjadi kabur. Riset menunjukkan bahwa sekitar empat puluh persen lebih pengguna layanan cicilan instan ini didominasi oleh anak muda. Banyak pengguna merasa tidak sedang mengeluarkan uang beneran saat menekan tombol selesaikan pesanan. Padahal, utang tetaplah utang yang harus dilunasi pada bulan berikutnya. Jika pembayaran terlewat, bunga serta denda harian langsung menumpuk tinggi. Data pinjaman daring bahkan mencatat perputaran utang tembus puluhan triliun rupiah, dengan kelompok umur muda menyumbang angka kredit macet paling banyak.

Cara Praktis Menyelamatkan Dompet

Agar kondisi keuangan tidak makin berantakan, ada beberapa cara praktis yang bisa kamu terapkan mulai dari sekarang:

Pertama, gunakan aturan jeda dua puluh empat jam. Saat melihat barang menarik di etalase toko digital, tahan diri dan jangan langsung bayar. Masukkan saja dulu barang itu ke dalam keranjang belanja dan tunggu sehari penuh. Sering kali, rasa ingin membeli barang tersebut langsung hilang keesokan harinya karena kamu sadar barang itu cuma godaan mata belaka.

Kedua, hapus atau sembunyikan aplikasi belanja saat pikiran sedang penat. Alihkan stres dengan kegiatan gratis yang menyegarkan pikiran, misalnya berolahraga jalan santai di taman, menonton tayangan komedi, atau mengobrol santai bersama sahabat dekat.

Ketiga, batasi atau matikan fitur pinjaman instan di ponsel. Jika kamu merasa sulit menahan godaan belanja, langkah paling aman adalah menonaktifkan fitur cicilan otomatis tersebut. Biasakan hanya bertransaksi memakai saldo tabungan yang benar-benar tersedia di rekening.

Belajar mengelola uang memang butuh proses panjang dan penuh godaan, terutama saat layar ponsel terus-menerus memunculkan tawaran diskon menarik. Kamu tidak perlu merasa patah arang jika sempat salah langkah dalam mengatur keuangan sebelumnya. Mulailah menata kembali kebiasaan harian secara perlahan, bedakan mana kebutuhan penting dan mana keinginan sesaat, lalu jaga masa depan finansialmu dengan langkah kecil yang nyata setiap hari.

Poin Penting

  • Doom spending merupakan kebiasaan belanja berlebihan akibat rasa cemas dan pesimis terhadap kondisi ekonomi masa depan.
  • Tren self reward di media sosial sering dijadikan alasan keliru untuk membenarkan pola konsumsi yang boros.
  • Fitur PayLater memberi kemudahan transaksi instan yang menjebak banyak anak muda ke dalam beban cicilan berbunga.
  • Kelompok usia produktif mendominasi catatan gagal bayar pinjaman daring karena gaya hidup yang melewati batas kemampuan.
  • Menahan diri dengan jeda waktu belanja dan mematikan fitur utang digital terbukti ampuh mencegah pemborosan harian.

Ringkasan: Fenomena doom spending makin nyata terjadi di kalangan generasi muda saat ini. Tekanan hidup serta ketidakpastian kondisi ekonomi membuat banyak orang melampiaskan rasa cemas mereka dengan berbelanja barang konsumtif secara berlebihan demi mendapatkan rasa tenang sesaat.

Situasi keuangan anak muda kian rentan akibat kehadiran teknologi finansial seperti PayLater pada berbagai aplikasi e-commerce. Kemudahan berutang hanya lewat sentuhan jari membuat banyak pengguna terlena hingga akhirnya kesulitan membayar tagihan bulanan dan menumpuk kredit macet.

Untuk memutus rantai masalah keuangan ini, generasi muda perlu membangun kebiasaan belanja yang sehat. Menunda pembelian barang impian, mencari pelarian stres yang lebih murah, serta membatasi fasilitas pinjaman digital adalah kunci utama menjaga dompet tetap aman untuk jangka panjang.

Jika setelah membaca ini Anda ingin mengubah ide menjadi produk nyata, TechnoMonsta siap membantu pembuatan website atau aplikasi mobile dengan proses yang rapi dan terukur—mulai dari MVP sampai pengembangan lanjutan sesuai kebutuhan bisnis.

Bagikan :
Konsultasi Gratis

Solusi Digital Terbaik untuk Bisnis Anda

Diskusikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim ahli kami. Kami siap membantu Anda merancang strategi digital yang efektif, efisien, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan bisnis Anda.

Analisis Mendalam

Kami pelajari bisnis Anda secara detail untuk solusi tepat sasaran

Solusi Personal

Strategi yang disesuaikan dengan target dan budget Anda

Dukungan Penuh

Tim kami siap membantu dari perencanaan hingga implementasi

Mulai Konsultasi

Isi formulir di bawah ini untuk memulai diskusi proyek Anda.

Privasi Anda terjaga 100%.